Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan

Peningkatan Standar Keamanan, Keselamatan, Kesehatan dan Keberlanjutan dalam Penyelenggaraan Jasa Konstruksi Melalui Bimtek SMK3.

Bidang Bina Konstruksi | 06 November 2019

Dalam upaya pengendalian resiko kerja  dalam kegiatan jasa konstruksi guna terciptanya kerja yang aman dan efesien, maka Dinas PUPR Provinsi Kalimantan Selatan melalui Bidang Bina Konstruksi melakukan acara Bimbingan Teknis Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) atau yang sekarang berubah  menjadi  Bimbingan Teknis Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK) Angkatan I dan II Tahun Anggaran 2019, yang dilaksanakan di Fave Hotel Banjarbaru, Senin (28/10).

Kegiatan SMK3 ini berlangsung selama 3 hari terhitung dari tanggal 28-30 Oktober 2019, yang dilaksanakan secara Indoor dan Outdoor serta diikuti oleh 84 Peserta dari 13 Kabupaten/Kota Se Provinsi Kalimantan Selatan.

Pada acara pembukaan Kegiatan SMK3 ini Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Pentaan Ruang Provinsi Kalimantan Selatan yang dalam hal ini diwakilkan oleh Kepala Bidang Bina Konstruksi M. Noor Efrani mengatakan bahwa SMK3 ini  merupakan upaya penyelarasan antara kapasitas kerja, beban kerja, dan lingkungan kerja agar setiap pekerja dapat bekerja secara aman yang tidak membahayakan dirinya ataupun masyarakat sekitar sehingga dapat memperoleh hasil produktivitas kerja yang optimal.


SMK3 Konstruksi atau SMKK ini merupakan bagian yang tidak terpisah dari sistem perlindungan tenaga kerja dan bagi pekerjaan jasa kosntruksi dapat meminimalisasi dan menghindarkan diri dari resiko kerugian moral maupun material, kehilangan jam kerja  maupun keselamatan kerja yang dapat berpengaruh pada peningkatan kinerja yang efektif dan efesian dalam proses pembangunan.      

“Dengan adanya Bimtek SMK3 atau SMKK ini harapannya dapat berdampak positif pada kegiatan jasa konstruksi dengan meningkatnya perlindungan K3, dengan lebih terencana, terukur, terstruktur dan terintegrasi, serta mampu mencegah kecelakaan kerja dan mengurangi penyakit akibat kerja pada kegiatan jasa konstruksi di Kalimantan Selatan” Pangkasnya.

 


Kembali Ke Halaman Sebelumnya