Penandatanganan Maklumat Pelayanan, Pakta Integritas dan Perjanjian Kinerja Tahun 2023

Penandatanganan Maklumat Pelayanan, Pakta Integritas dan Perjanjian Kinerja Tahun 2023

Dalam rangka mewujudkan manajemen pemerintahan yang efektif, transparan dan akuntabel serta berorientasi pada hasil maka Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Kalimantan Selatan laksanakan penandatanganan maklumat pelayanan, pakta integritas dan perjanjian kinerja 

Ir. Ahmad Solhan, ST., MT selaku Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Kalsel, menyampaikan “ acara penandatangan ini bukan hanya sebuah simbol saja namun diharapkan untuk seluruh pejabat memahami apa saja yang dimaksud dalam perjanjian kerja dan pakta integritas tersebut, sehingga 2 hal tersebut dapat menjadi komitmen dalam bekerja “

Diakhir sambutannya beliau juga mengharapkan agar setiap target yang telah direncanakan dalam program dan kegiatan serta alokasi dana yang ada di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Kalsel ini dapat tercapai dan hasilnya dapat dirasakan oleh masyarakat.

Peletakan Batu Pertama dan Penanda Tanganan Prasasti Pembangunan Masjid Raya Syech Muhammad Arsyad Al Banjari oleh Gubernur Kalimatan Selatan Sahbirin Noor

Peletakan Batu Pertama dan Penanda Tanganan Prasasti Pembangunan Masjid Raya Syech Muhammad Arsyad Al Banjari oleh Gubernur Kalimatan Selatan Sahbirin Noor

Peletakan Batu Pertama dan Penanda Tanganan Prasasti Pembangunan Masjid Raya Syech Muhammad Arsyad Al Banjari oleh Gubernur Kalimatan Selatan Sahbirin Noor

 

Melalui Dinas PUPR Provinsi Kalimantan Selatan dan Bidang Cipta Karya pengerjaan pembangunan Masjid Raya Muhammad Arsyad Al Banjari Ibu Kota Provinsi Kalimantan Selatan akan bangun, untuk posisi masjid dari Kantor Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel menghadap tegak lurus kearah masjid

_

Pengerjaan pembangunan masjid dilakukan secara bertahap dengan menggunakan TA. 2023- 2024 akan dilakukan pembangunan meliputi : pengerjaan pendahuluan, bangunan masjid, plaza, tangga dan ME

_

Masjid ini direncanakan akan memiliki luas lahan seluas 11,75 Ha, bangunan utama seluas 4.650 m2 dan bangunan pendukung terdapat 2 unit seluas 2.160 m2, diperkirakan masjid ini memiliki daya tampung sebanyak ± 3.000 jemaah

_

Prinsip desain masjid menggunakan konsep bangunan tropis untuk memaksimalkan angin dan cahaya alami masuk kedalam bangunan, dengan pencahayaan matahari secara maksimal dan penggunaan energi alternatif pada atap bertujuan meminimalkan penggunaan listrik PLN

Pembangunan masjid juga mengadapasi nilai budaya sehingga memiliki ciri khas yang kuat guna menjadikan icon keagamaan yang tidak meninggalkan akar budaya dimana masjid berdiri. Penggunaan arsitektur vernakular, tradisional dan modern menjadikan masjid sebagai icon kawasan yang tetap sederhana.