Kantor Dinsos-Dinkes Kalsel Baru Siap Dipakai, Ini Penjelasan PUPR

Kabar baik datang dari Kawasan Perkantoran Pemprov Kalimantan Selatan di Banjarbaru. Pembangunan fisik Kantor Dinas Sosial (Dinsos) dan Kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalsel disebut sudah hampir rampung, tinggal menunggu tahap pembersihan dan perapian akhir.

Dua kantor ini menjadi perhatian warga karena berkaitan langsung dengan urusan sehari-hari: layanan bantuan sosial, perlindungan kelompok rentan, hingga dukungan program kesehatan masyarakat.

Jika kantor-kantor ini mulai beroperasi, warga berharap proses layanan makin rapi, mudah diakses, dan koordinasi antarlembaga lebih cepat.

Pelaksana Tugas Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPR Kalsel, Ryan Tirta Nugraha, menyampaikan bahwa pekerjaan konstruksi dua gedung tersebut pada dasarnya sudah selesai. Hanya tersisa pekerjaan minor.

“Untuk pekerjaannya ini sudah hampir rampung. Tinggal pembersihan dan perapian saja, mungkin ada sedikit perbaikan pengecatan yang kurang serta kebocoran kecil. Mudah-mudahan di bulan Februari ini teman-teman sudah bisa memploting ruangan masing-masing,” ujar Ryan, Rabu (14/01/2026).

Bagi masyarakat Kalsel, “ploting ruangan” ini penting karena menjadi tanda tahap persiapan operasional.

Setelah ruang kerja disusun dan unit-unit menempati tempatnya, layanan biasanya mulai bergerak lebih cepat dibanding saat masih menunggu proses relokasi.

Ryan menjelaskan, setelah bangunan siap difungsikan, kebutuhan mebel dan interior perkantoran menjadi tanggung jawab masing-masing SKPD.

Dengan kata lain, kelengkapan fasilitas kerja—meja, kursi, perangkat pendukung—akan menentukan seberapa cepat kantor-kantor tersebut benar-benar aktif melayani.

Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan
Di kawasan yang sama, pembangunan Kantor Laboratorium Lingkungan Hidup (Lab LH) juga disebut selesai secara fisik.

Saat ini masih ada pekerjaan penataan lanskap dan tanaman, termasuk akses jalan.

“Untuk Lab LH, landscape dan tanaman serta jalan aksesnya memang belum selesai. Namun gedung sudah bisa dimanfaatkan dengan menggunakan akses dari belakang,” jelas Ryan.

Keberadaan Lab LH di Banjarbaru memberi harapan tersendiri, terutama untuk kebutuhan uji kualitas lingkungan yang sering terkait dengan aktivitas permukiman dan usaha.

Meski warga tidak selalu berurusan langsung dengan laboratorium, fungsinya bisa menopang kebijakan lingkungan yang berdampak pada kesehatan dan kenyamanan hidup.

Ryan juga menegaskan tidak ada rencana peresmian seremonial untuk gedung Dinsos dan Dinkes. Fokusnya pada pemanfaatan, bukan acara.

Hal serupa berlaku untuk gedung Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) dan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) yang disebut sudah selesai dibangun di area belakang kantor lama, bersebelahan dengan kawasan perbankan.

“Gedung BPKAD dan Bapenda itu juga sudah selesai. Teman-teman sudah bisa memploting ruangan yang akan digunakan,” pungkasnya.

Di tingkat lokal, rampungnya beberapa gedung sekaligus memberi sinyal kuat bahwa Banjarbaru makin diposisikan sebagai pusat administrasi Kalsel.

Bagi warga, dampaknya bisa terasa lewat layanan yang lebih terintegrasi: pengurusan yang tidak berputar-putar, koordinasi antarinstansi lebih mudah, dan waktu layanan yang lebih singkat.

Namun warga juga akan menunggu pembuktian, apakah perpindahan kantor dan pemusatan kawasan benar-benar membuat layanan lebih cepat, informasi lebih jelas, dan akses masyarakat lebih nyaman.

Terutama untuk urusan sosial dan kesehatan yang sering membutuhkan respons segera.

Pemprov Kalsel berharap pengembangan kawasan perkantoran ini membuat pelayanan pemerintahan makin optimal dan terpusat, seiring Banjarbaru berkembang sebagai pusat administrasi baru di Kalimantan Selatan.

Leave a Comment